Excavator Sudan Selatan berjalan normal tanpa beban tetapi kecepatan mesin turun tajam selama operasi hidrolik karena beban pompa utama dan kontrol detroke diperiksa sebelum kesalahan injektor ditugaskan
Mesin Sehat Sampai Operator Pindahkan Hidraulik
Sebuah kasus ekskavator yang representatif di Sudan Selatan melibatkan mesin yang berjalan lancar dan mempercepat normal ketika kontrol hidrolik tidak digunakan.
Begitu operator memerintahkan gerakan boom, lengan atau ember yang berat, kecepatan mesin turun tajam dan mesin tampak kurang bertenaga.
Keluhan awal adalah mesin tidak mendapatkan cukup bahan bakar.
Seminar ini sebaliknya menyelidiki apakahsistem hidrolik menuntut torsi terlalu banyak dari mesin.
Kekuatan mesin dan beban mesin harus didiagnosis bersama-sama
Mesin excavator menggerakkan satu atau lebih pompa hidrolik.
Hubungannya adalah:
Mesin menghasilkan torsi → Pompa hidrolik menyerap torsi → Sistem hidrolik melakukan pekerjaan
Jika pergeseran pompa atau kontrol tidak benar, pompa hidrolik dapat menuntut torsi lebih dari yang diharapkan.
Mesin kemudian dapat menyeret bahkan ketika sistem bahan bakar berfungsi dengan benar.
Perilaku Mesin Tanpa Beban Menjadi Bukti Penting
Mesin menunjukkan dapat diterima:
- stabilitas pada waktu kosong;
- respon gas;
- tekanan bahan bakar;
- dan pembakaran dasar
ketika sistem hidrolik tidak terbebani berat.
Itu membuat masalah kapasitas injektor yang konstan kurang meyakinkan.
Kontrol pompa dievaluasi selama kejadian beban
Tergantung pada desain excavator, teknisi dapat meninjau:
- tekanan pompa utama;
- perintah pergeseran pompa;
- tekanan pergeseran daya;
- kontrol penghancuran;
- sensor kecepatan mesin;
- dan komunikasi pengontrol.
Strategi pengendalian hidraulik yang tepat adalah khusus mesin.
Mengapa Menghilangkan Kontrol Penting
Ketika kecepatan mesin turun, sistem kontrol mesin dapat mengurangi perpindahan pompa hidrolik untuk mencegah beban mesin yang berlebihan.
Jika fungsi itu tidak merespon dengan benar, pompa mungkin terus menuntut torsi yang terlalu tinggi.
Hal ini dapat menimbulkan gejala yang menyerupai tidak mencukupi bahan bakar mesin.
Data Mesin dan Data Hidraulik Dibandingkan Bersama
Lokakarya ini memantau kedua sistem selama acara yang sama:
Sisi Mesin
- kecepatan yang diminta;
- kecepatan sebenarnya;
- perintah bahan bakar;
- dorongan;
- dan tekanan bahan bakar.
Sisi hidraulik
- tekanan pompa;
- sinyal pergeseran/kontrol;
- dan respon beban.
Hal ini menunjukkan apakah komando bahan bakar mesin meningkat secara normal ketika beban hidraulik menjadi berlebihan.
Struktur Diagnostik Kasus
Penyelidikan menjadi:
Mesin normal tanpa hidraulik → Perintah hidraulik diterapkan → Mesin lugs → Pump beban diukur → Destroke / kontrol diperiksa → Sistem bahan bakar diverifikasi
Kesadaran Kasus
Kasus excavator Sudan Selatan menunjukkan pentingnya menentukan batas antarakapasitas mesindanbeban mesin.
Sebuah mesin diesel mungkin tampak lemah karena sistem lain memintanya untuk melakukan lebih banyak pekerjaan daripada yang dimaksud.
FAQ
Bisakah kesalahan pompa hidrolik membuat excavator terlihat seperti memiliki masalah injektor?
Ya, beban hidraulik yang berlebihan dapat menurunkan kecepatan mesin bahkan ketika sistem bahan bakar berfungsi dengan baik.
Haruskah pengujian injektor datang sebelum pengujian beban hidrolik?
Jika mesin bekerja normal tanpa beban hidrolik, membandingkan beban mesin dan respons mesin dapat sangat informatif.